Skip to main content

In The Name Of Love



Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal yang terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana mencipta semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya.
Cinta dimulai dengan sebuah senyum, kemudian tumbuh dengan sebuah kecupan, dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita menangis begitu kerasnya, sementara orang-orang di sekeliling kita tersenyum bahagia. Ketika kita meninggalkan hidup maka, kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia… Sementara orang di sekeliling kita menangis.
Memang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang dan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.
Banyak orang bilang, cinta begitu sulit ditebak. Ia bagaikan burung yang menari-nari di sekeliling kita, mengepakkan sayapnya yang penuh warna, memikat dan menarik hati kita untuk menangkapnya. Saat kita begitu menginginkan cinta dalam genggaman, ia terbang menjauh, namun kita tidak mengharapkannya, cinta hadir tanpa diundang. Kitapun tidak bisa memaksakan cinta sekehendak hati kita. Memang cinta adalah fenomena hati yang sulit dimengerti.
Sebenarnya kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti cinta, bahkan semakin keras kita memikirkan cinta, maka semakin lelah pula kita. Cinta adalah untuk dirasakan, bukan dipikirkan. Yakinlah bahwa cinta yang kita inginkan akan datang pada saat yang tepat. Namun bukan berarti kita hanya duduk menanti cinta itu datang.
Sebarkanlah cinta, pada keluarga, sahabat-sahabat kita, dan sesama. Dengan memberikan cinta, maka kita telah ‘mengundang’ cinta untuk datang kepada kita. Kita hanya perlu membuka hati untuk menerimanya. Biarkan kecantikan hati kita memancar, mempesona cinta-cinta yang terbang di sekeliling kita untuk akhirnya hinggap dan bersemayam di hati kita selamanya.

© Open your heart, then it will find its own way  ©

Comments